Apr 29, 2009


Assalamu`alaikum Wr. Wb.
Salam silaturrahmi kami haturkan kepada seluruh pengguna internet yang budiman, teriring do`a yang kami panjatkan kepada Allah SWT bahwa dengan ini kami bersyukur yang sebesar-besarnya karena sudah terlaksananya dalam pembuatan blog ataupun website meskipun masih belum maksimal.
Tidak ketinggalan pula kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jaringan terutama kepada Forum Alumni IKAWIRADHARMA yang selalu memotifasi agar tetap eksis dan maju dalam berorganisasi yang lebih handal lagi, selain itu kami ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh jajaran kepengurusan dan Anggota IKAWIRADHARMA periode 2008-2009 yang selalu mendampingi untuk merealisasikan semua program kerja.


Dalam rangka mengoptimalkan kaderisasi di IKAWIRADHARMA kami mencoba memfasilitasi kebutuhan maupun kepentingan yang ada dalam di Organisasi, akan tetapi kami mempunyai berbagai keinginan yang tidak mungkin kami ungkapkan satu persatu tetapi yang paling utama adalah menguatkan infrastruktur Organisasi IKAWIRADHARMA karena menjadi tolak ukur atau fondasi dalam sebuah Organisai.
Didunia intelektualitas ini kami berusaha memadukan kreatifitas kader IKAWIRADHARMA supaya menstabilitaskan dengan dunia yang sangat maju ini, berangkat dasar pemikiran di atas maka kami mempunyai inisiatif membuat website yang kemudian dijadikan suatu inspirasi yang berbeda dan tajam terpercaya.
Dan kami mengucapkan selamat datang untuk pengguna internet yang budiman terutama kepada seluruh jajaran keluarga besar IKAWIRADHARMA semoga dengan adanya website ini menambah wawasan dan intelektualitasan anda, dan mudah-mudahan menjadi manfaat yang positife bagi sang pengguna amien...
Wassalamu`alaikum Wr. Wb.


Di kancah Otonomi Daerah (OTDA). Masing-masing daerah ingin menunjukkan kepiawaiannya. Perda-perda bermunculan bak jamur di musim hujan. Sebagian daerah sibuk mencari input untuk ’menyejahterakan’ rakyatnya. Hal ini di cantumkan pada UU No.22 tahun 1999 tentang OTDA yang menjadi ajang pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah, termasuk kota Indramayu yang sangat menjunjung tinggi OTDA demi memperdayakan kesejahteraan Masyarakat yang menjadi salah satu fondasi dalam suatu daerah.
Di samping menjunjung tinggi OTDA, Masyarakat Indramayu Selama ini selalu menjadi momok atau obyek pembicaraan baik skala nasional maupun internasional hal itu disebabkan keberadaan pekerja seks komersial dan TARKAM (Tarung antar kampung), dengan adanya kebiasaan tersebut menjadikan image yang dianggap kurang baik di mata Masyarakat yang menjadikan para sebagian warga merasa gerah melihat kebiasaan tersebut khususnya mahasiswa, pelajar dan santri yang tersebar diseluruh tanah air bertekad untuk memperbaiki image tersebut.


Berjalan dengan pemikiran tersebut di atas yaitu awalnya keinginan itu hanya bersifat individual karena Mahasiswa, pelajar, dan santri yang tersebar di daerah-daerah masih relative kecil jumlahnya. Akan tetapi dari waktu kewaktu jumlah tersebut terus meningkat, maka untuk menyatukan visi dan misi yang terpendam tersebut, maka mereka berikrar untuk terus berjuang dan membangun sebuah wadah organisasi agar dapat menampung dan menjadi Agent Of chang atau penyambung lidah warga indramayu yang ada di Malang khususnya dan umumnya di jawa timur, dan organisasi tersebut diberi nama IKAWIRADHARMA.(Ikatan Keluarga Wiralodra Dhramayu Malang ), yang berdiri pada tanggal 21 Mei 1998 yang di pelopori oleh beberapa Mahasiswa yang mempunyai keinginan Agent Of Development atau promotor perubahan bagi daerahnya, dalam rangkaian perjalanan IKAWIRADHARMA yang begitu panjang mempunyai nilai histories yang tidak bisa di lupakan sampai saat sekarang ini.
Runtutan ketua IKAWIRADHARMA dari berdiri sampai saat sekarang ini yaitu :
1.Ach. Haidar Mustofa sekretaris Syamsiddin Wahid Periode 2001-2002
2.Emin Haris sekretaris Asep saripudin Periode 2002-2004
3.Zainal Muttaqien sekretaris Fajar Supriyadi Periode 2004-2005
4.Ahmad Fatoni sekretaris Amin Hidayat Periode 2005-2006
5.Ahmad Fauzi sekretaris Moh. Idris Afandi Periode 2006-2007
6.Didik Himmawan sekretaris I&II Abdl. Harits & Miftah Farid Periode 2007-2008
7.Tho’if Mubarok sekretaris Safrudin Periode 2008-2009
8.Sihabuddin Ricardo sekretaris syamsul arifin Periode 2009-2010
9.Syamsul Arifin sekretaris Ismail Fuadi Periode 2010-sekarang

Apr 27, 2009



Sejarah putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bengelen Jawa Tengah bernama Raden Wiralodra yang mempunyai garis keturunan Majapahit dan Pajajaran, dalam tapa baratanya di kaki Gunung Sumbing mendapat wangsit
"Hai Wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari, pergilah kearah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah disana, berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana. Kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta tujuh turunanmu akan memerintah disana.

R. Wiralodra ditemani Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana. Tokoh-tokoh lain dengan pendiri pedukuhan dimaksud adalah Nyi Endang Darma yang cantik dan sakti, Aria Kemuning putra Ki Gede Lurah Agung yang diangkat putra oleh Putri Ong Tien istri Sunan Gunung Jati. Ki Buyut Sidum / Kidang Pananjung seorang pahlawan Panakawan Sri Baduga dari Pajajaran, Pangeran Guru, seorang pangeran dari Palembang yang mengajarkan Kanuragan dengan 24 muridnya. Pedukuhan tersebut berkembang dan diberi nama "Darma Ayu" oleh R. Wiralodra yang diambil dari nama seorang wanita yang dikagumi karena kecantikan dan tkesaktiannya "Nyi Endang Darma", serta dapat diartikan "Kewajiaban Yang Utama" atau "Tugas Suci". Pedukuhan Cimanuk yang diberi nama "Darma Ayu" yang kemudian berubah menjadi "Indramayu", setelah terbebas dari kekuasaan Pajajaran pada tahun 1527, diproklamirkan berdirinya oleh R. Wiralodra pada hari Jumat Kliwon tanggal 1 Muharram 934H atau 1 Sura 1449 dan jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527. Titimangsa tersebut resmi sebagai Hari Jadi Indramayu.

Setelah 1527, Daerah Indramayu terbagi dalam tiga propinsi meliputi :

Propinsi Singapura, meliputi sebelah timur sampai Sungai Kamal.
Propinsi Rajagaluh, meliputi daerah tengah sampai Jati tujuh.
Propinsi Sumedang, meliputi bagian barat sampai Kandanghaur.

Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni. Zaman pemerintahan Daenles (1806 - 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada masa ini berada dalam kekuasaan kerajaan Demak. Tahun 1546 menjadi bagian kesultanan Cirebon.

Tahun 1615 sebelah timur Sungai Cimanuk menjadi bagian keultanan Cirebon dan bagian baratnya termasuk dalam wilayah kerajaan Mataram.

Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni. Zaman pemerintahan Daenles (1806 - 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada zaman kompeni menjadi ajang masuk pertempuran segitiga antara kompeni, Mataran dan Banten. Tahun 1706, Indramayu jatuh kedalam kekuasaan kompeni Belanda seluruhnya seperti halnya dengan daerah-daerah lain, Indramayu mempunyai perjalanan yang sama berada dalam kekuasaan penjajahan.





sumber : www.jabarprov.go.id





Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!