Apr 29, 2009


Di kancah Otonomi Daerah (OTDA). Masing-masing daerah ingin menunjukkan kepiawaiannya. Perda-perda bermunculan bak jamur di musim hujan. Sebagian daerah sibuk mencari input untuk ’menyejahterakan’ rakyatnya. Hal ini di cantumkan pada UU No.22 tahun 1999 tentang OTDA yang menjadi ajang pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah, termasuk kota Indramayu yang sangat menjunjung tinggi OTDA demi memperdayakan kesejahteraan Masyarakat yang menjadi salah satu fondasi dalam suatu daerah.
Di samping menjunjung tinggi OTDA, Masyarakat Indramayu Selama ini selalu menjadi momok atau obyek pembicaraan baik skala nasional maupun internasional hal itu disebabkan keberadaan pekerja seks komersial dan TARKAM (Tarung antar kampung), dengan adanya kebiasaan tersebut menjadikan image yang dianggap kurang baik di mata Masyarakat yang menjadikan para sebagian warga merasa gerah melihat kebiasaan tersebut khususnya mahasiswa, pelajar dan santri yang tersebar diseluruh tanah air bertekad untuk memperbaiki image tersebut.


Berjalan dengan pemikiran tersebut di atas yaitu awalnya keinginan itu hanya bersifat individual karena Mahasiswa, pelajar, dan santri yang tersebar di daerah-daerah masih relative kecil jumlahnya. Akan tetapi dari waktu kewaktu jumlah tersebut terus meningkat, maka untuk menyatukan visi dan misi yang terpendam tersebut, maka mereka berikrar untuk terus berjuang dan membangun sebuah wadah organisasi agar dapat menampung dan menjadi Agent Of chang atau penyambung lidah warga indramayu yang ada di Malang khususnya dan umumnya di jawa timur, dan organisasi tersebut diberi nama IKAWIRADHARMA.(Ikatan Keluarga Wiralodra Dhramayu Malang ), yang berdiri pada tanggal 21 Mei 1998 yang di pelopori oleh beberapa Mahasiswa yang mempunyai keinginan Agent Of Development atau promotor perubahan bagi daerahnya, dalam rangkaian perjalanan IKAWIRADHARMA yang begitu panjang mempunyai nilai histories yang tidak bisa di lupakan sampai saat sekarang ini.
Runtutan ketua IKAWIRADHARMA dari berdiri sampai saat sekarang ini yaitu :
1.Ach. Haidar Mustofa sekretaris Syamsiddin Wahid Periode 2001-2002
2.Emin Haris sekretaris Asep saripudin Periode 2002-2004
3.Zainal Muttaqien sekretaris Fajar Supriyadi Periode 2004-2005
4.Ahmad Fatoni sekretaris Amin Hidayat Periode 2005-2006
5.Ahmad Fauzi sekretaris Moh. Idris Afandi Periode 2006-2007
6.Didik Himmawan sekretaris I&II Abdl. Harits & Miftah Farid Periode 2007-2008
7.Tho’if Mubarok sekretaris Safrudin Periode 2008-2009
8.Sihabuddin Ricardo sekretaris syamsul arifin Periode 2009-2010
9.Syamsul Arifin sekretaris Ismail Fuadi Periode 2010-sekarang

0 komentar:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!